Puisi Ziarah Karya Oka Rusmini
engkau menjelma kuda dengan dua kaki patah. Anak lelaki yang kau tanam dalam lautan darahmu, memasuki seluruh lubang pori-p…
engkau menjelma kuda dengan dua kaki patah. Anak lelaki yang kau tanam dalam lautan darahmu, memasuki seluruh lubang pori-p…
Kukenal perempuan tua dengan senyum pahit dan rambut blonde kering. Dia hidup dengan dua laki-laki yang disimpan dalam keti…
tubuhku meneteskan abu ulat-ulat menguliti setiap perjalanan yang kupentaskan mereka baru belajar menanam akar di setiap li…
kota-kota jadi abu beratus-ratus lelaki bermantel dengan senjata dan air menumpas orang-orang lapar yang berharap mampu mer…
dupa itu menembus langit mengotori altar para dewa tubuh-tubuh mati berteriak orang-orang bermantel hijau telah membenamkan…
sebuah tikung kita pilih ''ini kitab perjalanan, tentang romantisme, yang kita telah lupakan'' mungkin bena…
setiap kubakar dupa percikan api mengurai seluruh luka menanamnya kembali dalam darah (seekor parkit melepas bulunya mengub…
percakapan-percakapan jadi api tubuhku menjelma kayu kutanam dalam bara aku mulai rajin menjilati tubuh menyimpan hati yang…
Kota-kota jadi abu bangkai-bangkai tertanam di dinding-dinding pucat lelaki itu tetap duduk sebuah upacara besar dilakukan …
Anjing-anjing buas telah melahap daging-daging merah orang-orang tak lagi bisa menanam padi melarutkan anak-anak ikan di la…
Tahun-tahun mengering, air mata, masa lalu. Dan tumpukan kebusukan-kebusukan menanam rohnya di tubuhku. aku rajin merangkai…