Puisi Penjara Tajam Karya Afrizal Malna
Di sampingku sebuah kamus. Untuk menggulingkan tubuh. Untuk menggulingkan pakaian. Halamannya, racun dalam kesunyian. Hanya…
Di sampingku sebuah kamus. Untuk menggulingkan tubuh. Untuk menggulingkan pakaian. Halamannya, racun dalam kesunyian. Hanya…
Buat album Eny d fonni antara tingkap loteng batas dua jendela persiapan kertas hangus rabu dan jaring laba-laba sekeli…
Melangkahi selokan, di liku gang, engkau pulang terbentanglah panjang, jalan, terbujurlah kelam engkau pandang, semak-sem…
Kini hari meraba jalan, usia mengiring langkah hari-hari yang mengeras bulan, engkau demikian betah menggelincir jatuh, e…
Cahaya senja menyapa pelan, Matahari menyelinap menuju ufuk. Kutaruh harapan pada pagi, Bersama mimpi-mimpi esok hari. …
Hidup mungkin bisa berubah - kata orang. Rupanya ada asbak jatuh dari meja, abu dan puntung rokok terserak: Aku jatuh cinta…
seperti tiang-tiang bendera tombak-tombak berdiri di sekeliling arena di tengah, tubuhnya berhadapan dengan dirinya sendi…
Pagi, seperti sebuah epidemi waktu. Aku ingin mengulangi lagi pagi kemarin. Matahari sama, petugas kebersihan kota sama, pe…
Merdeka! Ohoi, ucapkanlah lagi pelan-pelan Merdeka Kau 'kan tahu nikmatnya Nyanyian kebebasan. Ohoi, Lelaki bole…
Dalam tahiat kulihat wajahmu berkelebat ke mana gerangan kau berangkat? berhentilah sesaat beri aku kesempatan munajat …
Hari yang mempesona betapa hampa cita tembikar retak di bawah rabaan jari Jam terlalu deras insin saja dilepaskan dari…
30/10/78 (Malam, Pukul 20.15) Pada ketinggian usia mimpi mulai pucat daerah tandus menapak ke pinggir kota jejak di pa…
Di bukit siguntang – di puncaknya pernah kuciptakan bulan – bintang berburuan Angin yang kucinta mengucup pelupuk mat…
Napas begitu tipis seperti kaca jangan dipecahkan dengan berkata-kata keheningan jadi pengiring paling setia bagi kelana…
Tepat pukul lima pagi jagat mengental malam yang menyeruak menumpahkan noda di sutera langit diriku yang terbakar dekat…
Surat buat Lisa Agusta (1) Malam temaram tanpa angin Sunyi tergenang di seluruh dataran Begitu tenang, ketika kudengar …
Dermaga pelabuhan balok hitam pasangan tua Kawanan undan beterbangan dua-dua Ketika dingin mencercah kabut Atlantika Top…
Angin malam saling berhalauan Perlahan membawa dingin terselipkan rindu yang tak bisa diungkapkan Aku menikmatinya selalu…
Di sudut kota yang tak pernah terlupa Di ruas tengah Braga nan tua dan renta Di kafe usang, sunyi, waktu itu. Ku duduk …
Ia kembali bukan pahlawan Hanya manusia dengan luka Yang disimpan rapi di dada Dalam diam yang terlalu lama Rumah berd…