Puisi Paradise Regained Karya Subagio Sastrowardoyo

Hari yang mempesona
betapa hampa cita
tembikar retak di bawah rabaan jari

Jam terlalu deras
insin saja dilepaskan dari pergelangan
lantas lekas menembus ruang malam
yang cerah intinya
di mana bersinar cahaya di langit angan
dan tak hangus muka oleh usia

Langkah mengalah
dan berita pertama terdengar dari sumbernya
yang asli

Kuncup muda terpetik dari ranting
lalu membuka bunga sajak

Kehadirannya merdu seperti lonceng
lembah meriah

Sungguh firdusi
tak kelak
tak ketika

Semerbak abadi.



Sumber: Hari dan Hara (1982).
Surya Adhi

Seorang yang sedang mencari bekal untuk pulang.

Dukungan


Apakah Anda suka dengan karya-karya yang ada di narakata? Jika iya, Anda bisa memberi dukungan untuk narakata agar dapat tetap hidup dan update. Silakan klik tombol di bawah ini sesuai dengan nominal yang ingin Anda berikan. Sedikit atau banyaknya dukungan yang Anda berikan sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Nih buat jajan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama