Angin malam saling berhalauan
Perlahan membawa dingin terselipkan rindu yang tak bisa diungkapkan
Aku menikmatinya selalu
Ditemani rindu yang tak kunjung berlalu
Ia selalu datang, tanpa pernah dipersilahkan
Dan aku selalu menerima, setiap rindu yang memaksa singgah
Sesungguhnya berat
Namun hatiku masih terikat
Masih selalu terbayang, tentang hadirmu yang pernah datang
Dan masih melekat di memori, perihal luka yang kau biar sendiri
Sesungguhnya lelah
Menahan rindu yang tak dapat diterka kapan berakhirnya
Mencoba lupa namun selalu berujung sia
Sebenarnya apa maksud semesta
Mempertemukan manusia hanya untuk menerima luka
Sumber: Puisi kiriman Hanifa Zahra melalui email 2 September 2026.
Perlahan membawa dingin terselipkan rindu yang tak bisa diungkapkan
Aku menikmatinya selalu
Ditemani rindu yang tak kunjung berlalu
Ia selalu datang, tanpa pernah dipersilahkan
Dan aku selalu menerima, setiap rindu yang memaksa singgah
Sesungguhnya berat
Namun hatiku masih terikat
Masih selalu terbayang, tentang hadirmu yang pernah datang
Dan masih melekat di memori, perihal luka yang kau biar sendiri
Sesungguhnya lelah
Menahan rindu yang tak dapat diterka kapan berakhirnya
Mencoba lupa namun selalu berujung sia
Sebenarnya apa maksud semesta
Mempertemukan manusia hanya untuk menerima luka
Sumber: Puisi kiriman Hanifa Zahra melalui email 2 September 2026.
