Puisi Pagi Karya Subagio Sastrowardoyo

Tepat pukul lima pagi
jagat mengental
malam yang menyeruak
menumpahkan noda di sutera langit
diriku yang terbakar dekat dinding
kehabisan arus berahi
dan kau juga
rambutmu yang terkait di sela jari
tidak lagi membersitkan selera
nasibmu terhela di ranjang tua
siapa sempat bicara tentang dosa:
telah terhenti suara lantang di taman firdausi
suara lelaki yang tak mungkin berulang lagi.



Sumber: Keroncong Motinggo (1975).
Surya Adhi

Seorang yang sedang mencari bekal untuk pulang.

Dukungan


Apakah Anda suka dengan karya-karya yang ada di narakata? Jika iya, Anda bisa memberi dukungan untuk narakata agar dapat tetap hidup dan update. Silakan klik tombol di bawah ini sesuai dengan nominal yang ingin Anda berikan. Sedikit atau banyaknya dukungan yang Anda berikan sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Nih buat jajan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama