Puisi Tahanan Ranjang Karya Joko Pinurbo

Akhirnya ia lari meninggalkan ranjang.
Lari sebelum tangan-tangan malam
merampas tubuhnya dan menjebloskannya
ke nganga waktu yang lebih dalam.

“Selamat tinggal, negara. Aku tak ingin
lebih lama lagi terpenjara. Mungkin di luar ranjang
waktu bisa lebih luas dan lapang.”

Ranjang memang sering rusuh dan rawan.
Penuh horor dan teror. Di sana ada psikopat
gentayangan sambil mengacung-acungkan pistol
dan teriak, “Tiarap. Kau akan kutembak.”
Kemudian ada yang balik mengancam
sambil membentak, “Angkat tangan.
Pistolmu tak bisa lagi meledak.”

Ada yang lari meninggalkan ranjang.
Ada yang ingin berumah kembali di ranjang.
Pada kelambu merah ia baca tulisan:
Ini penjara masih menerima tahanan.
Dijamin puas dan jinak. Selamat malam.

(1999)


Sumber: Selamat Menunaikan Ibadah Puisi (2016).
Surya Adhi

Seorang yang sedang mencari bekal untuk pulang.

Traktir


Anda suka dengan karya-karya di web Narakata? Jika iya, maka Anda bisa ikut berdonasi untuk membantu pengembangan web Narakata ini agar tetap hidup dan update. Silakan klik tombol traktir di bawah ini sesuai nilai donasi Anda. Terima kasih.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama