Puisi Kedai Minum Karya Joko Pinurbo

Hatimu yang terlalu penuh
jatuh ke lantai, pyaaarrr....

Dua orang sepi,
dengan seragam hitam putih,
memunguti pecahan beling.

"Ini gelas ketiga yang hancur
malam ini," pelayan yang satu berkata.
Yang satu lagi menyelamatkan botol
yang hampir terguling.

Busa bir tersisa di sudut bibir.
Musik baru saja berakhir.
Tanganmu masih memegang buku puisi.
Kau terkapar
di kedai minum milikmu sendiri.

(2011)


Sumber: "Puisi: Kedai Minum (Karya Joko Pinurbo)", https://www.sepenuhnya.com/2012/03/puisi-kedai-minum.html.
Surya Adhi

Seorang yang sedang mencari bekal untuk pulang.

Traktir


Anda suka dengan karya-karya di web Narakata? Jika iya, maka Anda bisa ikut berdonasi untuk membantu pengembangan web Narakata ini agar tetap hidup dan update. Silakan klik tombol traktir di bawah ini sesuai nilai donasi Anda. Terima kasih.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama