Puisi Sebatang Kenang Karya Sholihul Mubarok

telah kubaca jarak
yang tumbuh pelan
antara kota dan kabar
sepi masih menetap
di dada kiri
seperti jeda
yang lupa diberi nama

aku menyimpan rindu
bukan untuk diratap
hanya agar ada
yang bisa dikenang
saat hari terasa
terlalu cepat berlalu

kepada sahabat lama
barangkali kau lupa
bagaimana kita dulu
membiarkan waktu
berjalan tanpa rencana
dan tetap baik-baik saja

dua puluh tahun lewat
tanpa tanda khusus
kita sibuk menata hidup
masing-masing
namun percakapan lama
tak sepenuhnya hilang

pernah kita duduk
membagi kopi
dan keluh yang sederhana
menertawakan lelah
seolah esok
tak perlu dipikirkan

kini kota ramai
dengan urusan baru
namun sesekali
ingatan menyapa
mengingatkan
bahwa kita pernah dekat

tak ada hitung rugi
tak perlu alasan
cukup saling tahu
di suatu waktu
kenangan masih hidup
dan itu sudah cukup

(Gresik, 8 Februari 2026)


Sumber: Puisi kiriman Sholihul Mubarok melalui email 18 Juni 2026.
Surya Adhi

Seorang yang sedang mencari bekal untuk pulang.

Dukungan


Apakah Anda suka dengan karya-karya yang ada di narakata? Jika iya, Anda bisa memberi dukungan untuk narakata agar dapat tetap hidup dan update. Silakan klik tombol di bawah ini sesuai dengan nominal yang ingin Anda berikan. Sedikit atau banyaknya dukungan yang Anda berikan sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Nih buat jajan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama