satu batang rokok
habis perlahan
di sudut trotoar
kata-kata berhenti
pada asap
lampu lalu lintas
berganti warna
kita diam
membiarkan lelah
mencari bentuknya sendiri
di perempatan Sentolang
Jalan Veteran, Gresik
waktu menepi sejenak
di antara klakson
dan langkah pulang
pernah ada sore
yang kita lewatkan di sini
dengan saku tipis
dan rencana
tak selesai-selesai
nama-nama lama
muncul lalu tenggelam
bersama debu jalan
yang tak sempat
kita sebutkan
kota berubah cepat
kita berjalan pelan
menyimpan hari-hari itu
seperti rokok terakhir
yang dibiarkan padam
tak banyak yang kita bicarakan
hanya duduk
menghadap arah berbeda
namun tahu
masih saling ada
(Gresik, 8 Februari 2026)
Sumber: Puisi kiriman Sholihul Mubarok melalui email 18 Juni 2026.
habis perlahan
di sudut trotoar
kata-kata berhenti
pada asap
lampu lalu lintas
berganti warna
kita diam
membiarkan lelah
mencari bentuknya sendiri
di perempatan Sentolang
Jalan Veteran, Gresik
waktu menepi sejenak
di antara klakson
dan langkah pulang
pernah ada sore
yang kita lewatkan di sini
dengan saku tipis
dan rencana
tak selesai-selesai
nama-nama lama
muncul lalu tenggelam
bersama debu jalan
yang tak sempat
kita sebutkan
kota berubah cepat
kita berjalan pelan
menyimpan hari-hari itu
seperti rokok terakhir
yang dibiarkan padam
tak banyak yang kita bicarakan
hanya duduk
menghadap arah berbeda
namun tahu
masih saling ada
(Gresik, 8 Februari 2026)
Sumber: Puisi kiriman Sholihul Mubarok melalui email 18 Juni 2026.
