Dosa terlantar
Pada pijak yang sayup-sayup menjauh
Padahal kemarin
Masih dimanja
Darsa memanas
Realita menikam
Berkali-kali bayanganku menghilang
Sosok terbaru mencuat
Langkah belum ringan
Namun hati terlalu sepi
Haruskah dimulai sekarang?
Perjalanan yang dirangkum atma
Jendela di pojok waktu
Dindingnya memberi pena baru
Tergoreslah lembaran polos
Mereka membisu
Aku ingin merapihkan ego
Sejenak menyapu sisi yang berantakan
Situasi berdiskusi
Jejak kaki menyetujui
Tersiar cerita lama
Haruskah aku kembalikan momennya?
Air mata tumpah menginjak memori keji
Kini, aku terlahir kembali
(Tangerang Selatan 6 Juni 2026)
Sumber: Puisi kiriman Aviaska Azizah melalui email 12 Agustus 2026.
Pada pijak yang sayup-sayup menjauh
Padahal kemarin
Masih dimanja
Darsa memanas
Realita menikam
Berkali-kali bayanganku menghilang
Sosok terbaru mencuat
Langkah belum ringan
Namun hati terlalu sepi
Haruskah dimulai sekarang?
Perjalanan yang dirangkum atma
Jendela di pojok waktu
Dindingnya memberi pena baru
Tergoreslah lembaran polos
Mereka membisu
Aku ingin merapihkan ego
Sejenak menyapu sisi yang berantakan
Situasi berdiskusi
Jejak kaki menyetujui
Tersiar cerita lama
Haruskah aku kembalikan momennya?
Air mata tumpah menginjak memori keji
Kini, aku terlahir kembali
(Tangerang Selatan 6 Juni 2026)
Sumber: Puisi kiriman Aviaska Azizah melalui email 12 Agustus 2026.
