Di pelosok malam
Sekitaran angan
Aku bangkit
Menendang jeruji rasa
Belantara kata
Menangkap deretan nostalgia
Asmara keruh dilihatnya
Menutup aksara yang berhamburan
Mengekang asa
Yang piawai memainkan asmara
Di bangku dunia aku berkata,
“Aku ingin menata hati!”
Angin merana mendengarnya
Menjadi pribadi yang terorganisir
Logika berpetualang
Meninggalkan dilema
Perpisahan yang membeset waktu
Batinku masih ingin bernyawa
Aku mekar diusik luka
Bunganya menerangi bola mata
Perubahan yang menyala
Rapi susunan rindunya
Menghadap hari baru
Bersama suara langkah kaki
(Tangerang Selatan 6 Juni 2026)
Sumber: Puisi kiriman Aviaska Azizah melalui email 12 Agustus 2026.
Sekitaran angan
Aku bangkit
Menendang jeruji rasa
Belantara kata
Menangkap deretan nostalgia
Asmara keruh dilihatnya
Menutup aksara yang berhamburan
Mengekang asa
Yang piawai memainkan asmara
Di bangku dunia aku berkata,
“Aku ingin menata hati!”
Angin merana mendengarnya
Menjadi pribadi yang terorganisir
Logika berpetualang
Meninggalkan dilema
Perpisahan yang membeset waktu
Batinku masih ingin bernyawa
Aku mekar diusik luka
Bunganya menerangi bola mata
Perubahan yang menyala
Rapi susunan rindunya
Menghadap hari baru
Bersama suara langkah kaki
(Tangerang Selatan 6 Juni 2026)
Sumber: Puisi kiriman Aviaska Azizah melalui email 12 Agustus 2026.
