Puisi Air Mata Hujan Karya Aviaska Azizah

Tangis melampaui antariksa
Ruang kelam diselimuti keranda
Diseruput teduhnya duka
Muram mulai gulita

Terhirup keringnya nada
Membasahi temaram hujan
Ampas senja menolak pelangi
Rintik yang berbalut kelu

Petir memakan hati
Menggerus harapan
Menggelegar bunyinya
Itu tanda!

Cuaca sedang gelisah
Bimbang terpedaya rasa
Beban tersembunyi
Lelap di dalam aroma tanah

Berjejak
Membekas pada akal pencari jati diri
Mengapa menangis?
Langit tak seperti biasanya

Biarlah sendiri
Menyatu pada riaknya sungai
Berteriak memaki
Menjadi produser air mata

(Tangerang Selatan 6 Juni 2026)


Sumber: Puisi kiriman Aviaska Azizah melalui email 12 Agustus 2026.
Surya Adhi

Seorang yang sedang mencari bekal untuk pulang.

Dukungan


Apakah Anda suka dengan karya-karya yang ada di narakata? Jika iya, Anda bisa memberi dukungan untuk narakata agar dapat tetap hidup dan update. Silakan klik tombol di bawah ini sesuai dengan nominal yang ingin Anda berikan. Sedikit atau banyaknya dukungan yang Anda berikan sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Nih buat jajan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama