Puisi Tangisan Syair Karya Aviaska Azizah

Mengekspos angin
Secangkir dilema menemani
Berbincang dengan sesendok angan
Pahitnya memori

Mimpi merajuk
Membentuk gelora ilus
Teroksidasi waktu
Ego mencetak fana

Kata mengeluarkan air mata
Tulisan merintik di pojok kerinduan
Sajak ini lalu lalang
Membakar animo

Mendidih menghasut
Sukmaku hilang melayang
Syair menangis
Ditinggalkan penanya

Bahkan hibernasi di sudut nestapa
Dirasuki staminaku
Menyembunyikan memori
Bait-bait yang menghakimi

Fakta tentang rasaku
Tanpa berbicara
Huruf-huruf itu mati!
Namun mereka tidak dilanda rasa gelisah

(Tangerang Selatan 6 Juni 2026)


Sumber: Puisi kiriman Aviaska Azizah melalui email 12 Agustus 2026.
Surya Adhi

Seorang yang sedang mencari bekal untuk pulang.

Dukungan


Apakah Anda suka dengan karya-karya yang ada di narakata? Jika iya, Anda bisa memberi dukungan untuk narakata agar dapat tetap hidup dan update. Silakan klik tombol di bawah ini sesuai dengan nominal yang ingin Anda berikan. Sedikit atau banyaknya dukungan yang Anda berikan sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Nih buat jajan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama