Surya menyembur
Menghentak fakta
Berjiwa bisu
Tatkala mencengkeram lara
Dilema terbaring
Di atas jalan yang berliku
Lihatlah lihainya dusta
Menyentuh pilu
Aku diseruduk
Tanpa melihat peta
Memulai klarifikasi nestapa
Formasi sepi yang kelabu
Merana ditelan asmara
Tersisa duka
Puas kau?!
Mencekal ironi, aku kehabisan imajinasi
Terbakar seluruh kreatifitas logika
Bukan cinta pelakunya
Bermula pada luka yang berdiskusi
Hati terkikis
Tertawa kamu sekarang?!
Menatap lesunya hatiku
Sampai kapan?
Kamu menipu
(Tangerang Selatan 6 Juni 2026)
Sumber: Puisi kiriman Aviaska Azizah melalui email 12 Agustus 2026.
Menghentak fakta
Berjiwa bisu
Tatkala mencengkeram lara
Dilema terbaring
Di atas jalan yang berliku
Lihatlah lihainya dusta
Menyentuh pilu
Aku diseruduk
Tanpa melihat peta
Memulai klarifikasi nestapa
Formasi sepi yang kelabu
Merana ditelan asmara
Tersisa duka
Puas kau?!
Mencekal ironi, aku kehabisan imajinasi
Terbakar seluruh kreatifitas logika
Bukan cinta pelakunya
Bermula pada luka yang berdiskusi
Hati terkikis
Tertawa kamu sekarang?!
Menatap lesunya hatiku
Sampai kapan?
Kamu menipu
(Tangerang Selatan 6 Juni 2026)
Sumber: Puisi kiriman Aviaska Azizah melalui email 12 Agustus 2026.
