Ruang yang terkikis rekaman
Menyoroti senja berulang kali
Langit menguning
Namun hati tetap tak berwarna
Raga merantau
Kesana kemari
Dipenuhi kata
Enggan menoleh pada kisah
Rindu..
Ia menjelma menjadi gulita
Tatkala air mata memberontak
Bintang berhamburan mengisi sepi
Trampolin kenangan berloncatan
Menyatukan situasi
Mengadakan ilusi
Mendatangkan beribu bayangan
Hujan menjadi saksi
Temaramnya sendu
Apa arti nostalgia?
Kala diri mendekap pikiran
Berkobar di bawah nama semu
Perpisahan bergema
Waktunya mundur
Menggusur jiwa yang semakin runtuh
(Tangerang Selatan 6 Juni 2026)
Sumber: Puisi kiriman Aviaska Azizah melalui email 12 Agustus 2026.
Menyoroti senja berulang kali
Langit menguning
Namun hati tetap tak berwarna
Raga merantau
Kesana kemari
Dipenuhi kata
Enggan menoleh pada kisah
Rindu..
Ia menjelma menjadi gulita
Tatkala air mata memberontak
Bintang berhamburan mengisi sepi
Trampolin kenangan berloncatan
Menyatukan situasi
Mengadakan ilusi
Mendatangkan beribu bayangan
Hujan menjadi saksi
Temaramnya sendu
Apa arti nostalgia?
Kala diri mendekap pikiran
Berkobar di bawah nama semu
Perpisahan bergema
Waktunya mundur
Menggusur jiwa yang semakin runtuh
(Tangerang Selatan 6 Juni 2026)
Sumber: Puisi kiriman Aviaska Azizah melalui email 12 Agustus 2026.
