Pelataran nurani yang sunyi
Hujan membasahi
Waktu berdenyut
Meremang diperas jarak
Hati merambat ke tepian
Mengalir semalaman
Resah tertuang di lautan
Sampah yang berisi luapan serapah
Selimut pilu
Memberantas sendu
Memori mengasuh rindu
Aku terngiang dalam ratapan
Senyum yang tergelar di jendela biru
Bising memadati lorongnya
Angin mengusik
Lalu lalang angan
Rasa yang ramai
Semraut asmara
Mencabik batas pertemuan
Penghalang malam
Rusuhnya ego
Konflik berontak
Kita lelap bersama amarah
Hatiku masih di dalam kisah yang sama
(Tangerang Selatan 6 Juni 2026)
Sumber: Puisi kiriman Aviaska Azizah melalui email 12 Agustus 2026.
Hujan membasahi
Waktu berdenyut
Meremang diperas jarak
Hati merambat ke tepian
Mengalir semalaman
Resah tertuang di lautan
Sampah yang berisi luapan serapah
Selimut pilu
Memberantas sendu
Memori mengasuh rindu
Aku terngiang dalam ratapan
Senyum yang tergelar di jendela biru
Bising memadati lorongnya
Angin mengusik
Lalu lalang angan
Rasa yang ramai
Semraut asmara
Mencabik batas pertemuan
Penghalang malam
Rusuhnya ego
Konflik berontak
Kita lelap bersama amarah
Hatiku masih di dalam kisah yang sama
(Tangerang Selatan 6 Juni 2026)
Sumber: Puisi kiriman Aviaska Azizah melalui email 12 Agustus 2026.
