sekali-sekali dia datang
bagai petani sedang panen
bagai buruh sedang gajian
sekali-sekali dia datang
pergi lagi
tak pernah hilang
satu-satunya yang ditinggalkan
kekuatan
sekali-sekali dia datang
(salah! selalu dia datang)
kulihat dia di rawa malaria
katanya: bangkitlah kaum yang terhina
sampai jumpa di tahun depan
sekali-sekali dia datang
dan orang sebutkan
lenin!
(Asamlama, 28 Februari 1958)
Sumber: Yang Tak Terbungkamkan (1959).
bagai petani sedang panen
bagai buruh sedang gajian
sekali-sekali dia datang
pergi lagi
tak pernah hilang
satu-satunya yang ditinggalkan
kekuatan
sekali-sekali dia datang
(salah! selalu dia datang)
kulihat dia di rawa malaria
katanya: bangkitlah kaum yang terhina
sampai jumpa di tahun depan
sekali-sekali dia datang
dan orang sebutkan
lenin!
(Asamlama, 28 Februari 1958)
Sumber: Yang Tak Terbungkamkan (1959).
