Pagi hari, ku teguk segelas es milo
Tiba-tiba tersedak debu kakao
Setiap sudut rumah terpenuhi wangi lembut Rinso
Ku kasih sembako ke panti jompo
Ku lihat sosok yang sedang melongo
Ternyata Santa berteduh di bawah pelukan gazebo
Senyumnya terang, kayak lampu disco
Pake kimono lahir di Orlando
Topinya melambai seolah bilang halo
Menggantikan rusa dengan pajero
Diiringi angin topan tornado
Piano terdengar dari radio retro
Nyanyi lagu dengan intro ho-ho-ho
Santa santap soto solo
Pakai sambal manado
Ga heran bertambah sejuta kilo
Pantes aja badan kayak sumo
Balik pulang ku mengungkap isi angpao
Sambil menggigit lembut gumpal bakpao
Sumber: Puisi kiriman Janice Anne Ongkohalim melalui email 24 November 2025.
Tiba-tiba tersedak debu kakao
Setiap sudut rumah terpenuhi wangi lembut Rinso
Ku kasih sembako ke panti jompo
Ku lihat sosok yang sedang melongo
Ternyata Santa berteduh di bawah pelukan gazebo
Senyumnya terang, kayak lampu disco
Pake kimono lahir di Orlando
Topinya melambai seolah bilang halo
Menggantikan rusa dengan pajero
Diiringi angin topan tornado
Piano terdengar dari radio retro
Nyanyi lagu dengan intro ho-ho-ho
Santa santap soto solo
Pakai sambal manado
Ga heran bertambah sejuta kilo
Pantes aja badan kayak sumo
Balik pulang ku mengungkap isi angpao
Sambil menggigit lembut gumpal bakpao
Sumber: Puisi kiriman Janice Anne Ongkohalim melalui email 24 November 2025.
