Puisi L'enfant Terrible Karya Ajip Rosidi

Membungkuklah langit: rintik menangisi
Anak yang tiada rumah kan pulang
Berdiri tegap di railing jembatan
Men-tertawa-kan langit cengeng hati

Taufan mengamuk di tengah lautan
Kapal terbanting kan pecah tenggelam
Anak yang tiada siapa kan meminta
Tenang dalam ketenangan belia.

Dunia terbakar dalam perang
Api dan peluru dan dendam menerjang
Anak yang tiada tanah air kan pulang
Menyuruk antara maut dan ancaman pedang.

Namun jika masuk dalam ruangan
Penuh orang tua-tua yang sopan
Menyambutnya hormat dan segan
Anak yang selalu hidup sendiri
Tersiksa hati dan lemah sendi
Ingin kembali ke tengah ancaman
Dan maut yang menjangkaukan tangan.

(1959)


Sumber: Surat Cinta Enday Rasidin (1960).
Surya Adhi

Seorang yang sedang mencari bekal untuk pulang.

Dukungan


Apakah Anda suka dengan karya-karya yang ada di narakata? Jika iya, Anda bisa memberi dukungan untuk narakata agar dapat tetap hidup dan update. Silakan klik tombol di bawah ini sesuai dengan nominal yang ingin Anda berikan. Sedikit atau banyaknya dukungan yang Anda berikan sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Nih buat jajan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama