Puisi Gerimis di Jendela Karya Sapardi Djoko Damono

Selalu!
Kau selalu pura-pura tidak memperhatikan gerimis yang suka
menjengukmu lewat jendela kaca.
Selalu pura-pura sibuk mengerjakan ini-itu dan kalau ditanya
kenapa tidak memberikan perhatian sedikit pun terharap gerimis
kaujawab, Apa perlunya?
Kau punya bayang-bayang yang tidak akan pernah bisa
kaukibaskan yang juga selalu merisaukan sikapmu terhadap
gerimis.
Dan malam ini ketika ia terus-menerus mendesakmu agar
memberikan perhatian terhadap gerimis atau setidaknya
menjelaskan ada apa dengan sikapmu, kau bangkit dari tempat
duduk dan matamu menuding jendela kaca itu sambil menahan
bisikan paling putih yang pernah kauraba dengan jiwamu.
Jendela memang ada agar ada batas antara yang di dalam sini
dan yang di luar sana.


Sumber: Buku Babad Batu.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama