Puisi Bimbang Karya Abdul Muin Daeng Miyala
Sabar! Sabar! Sabar! Inilah seruan yang acap kudengar: Heran daku benar-benar, Adakah ‘ku belum cukup bersabar? Sa…
Sabar! Sabar! Sabar! Inilah seruan yang acap kudengar: Heran daku benar-benar, Adakah ‘ku belum cukup bersabar? Sa…
Kalau matahari sudah terbenam Gelap malam mulai menjelma Jangan menyangka wahai teman Dunia akan kiamat pula. Esok…
Ada aku melihat alam, Alam luas alam permai: Datang Tuan ulurkan tangan, Pimpin daku ke dunia damai. Ada aku melihat a…
O, Kesombongan! Aku benci kepadamu, kesombongan, Seperti aku benci Kepada anak yang durhaka kepada ibunya; Aku benci k…
Umpama malam selalu malam Ataupun siang selalu siang Dapatkah insan menguasai alam Insyaf di emas yakin di loyang? Ump…
Sebagai bulan yang bersembunyi di balik awan, adalah Indonesia tanah airku! Perlahan-lahan, awan kabut yang tadinya a…
Duduk aku hadapi meja Tulis buku banyak ragam Kopi masuk gula keluar Kapok dibeli koprah dijual. Semenjak pagi sudah b…
Jikalau aku menjadi angin, Akan berbisik daku, berbisik, Biarkan segala yang merasai, Akan mendengar rindu dendamku, Biarka…