sungai tak pernah berkata kepada laut
aku rindu padamu
laut tak pernah berkata kepada sungai
aku tak rindu padamu
tapi sungai dan laut terus saling memburu
laut tak pernah berkata kepada langit
aku mencintaimu
langit tak pernah berkata kepada laut
aku benci padamu
tapi laut dan langit terus saling memadu
langit tak pernah berkata kepada mega
aku ingin berbicara denganmu
mega tak pernah berkata kepada langit
aku ingin mendiamkanmu
tapi langit dan mega terus saling mengadu
mega tak pernah berkata kepada angin
aku ingin belaianmu
angin tak pernah berkata kepada mega
aku ingin menamparmu
tapi mega dan angin terus saling bercumbu
angin tak pernah berkata kepadaku
ada berita untukmu
aku tak pernah berkata kepada angin
menanyakan beritamu
tapi angin dan aku sudah saling tahu
aku tak pernah berkata kepada sepi
jangan menggangguku
sepi tak pernah berkata kepadaku
aku ingin menungguimu
tapi aku dan sepi terus saling terpaku
kaukah sepi itu?
(1414 H)
Sumber: Pahlawan dan Tikus (1995).
aku rindu padamu
laut tak pernah berkata kepada sungai
aku tak rindu padamu
tapi sungai dan laut terus saling memburu
laut tak pernah berkata kepada langit
aku mencintaimu
langit tak pernah berkata kepada laut
aku benci padamu
tapi laut dan langit terus saling memadu
langit tak pernah berkata kepada mega
aku ingin berbicara denganmu
mega tak pernah berkata kepada langit
aku ingin mendiamkanmu
tapi langit dan mega terus saling mengadu
mega tak pernah berkata kepada angin
aku ingin belaianmu
angin tak pernah berkata kepada mega
aku ingin menamparmu
tapi mega dan angin terus saling bercumbu
angin tak pernah berkata kepadaku
ada berita untukmu
aku tak pernah berkata kepada angin
menanyakan beritamu
tapi angin dan aku sudah saling tahu
aku tak pernah berkata kepada sepi
jangan menggangguku
sepi tak pernah berkata kepadaku
aku ingin menungguimu
tapi aku dan sepi terus saling terpaku
kaukah sepi itu?
(1414 H)
Sumber: Pahlawan dan Tikus (1995).
