Puisi Rasia Malam Karya Ajip Rosidi

Rasia malam = yang lalu + akan datang
Kedatangan sahabat/musuh lari bertaburan
Pemimpin (apa pernah dia berkata) tak punya:
kesendirian dan keakuan

Mana malam penuh kejadian atau kesunyian
toh kita takkan kembali lagi. Waktu lalu-lalu
juga sewajarnya
Teriakan sunyi kembali setelah: dengung dan hilang

(Jakarta, Juli 1952)


Sumber: "Puisi: Rasia Malam (Karya Ajip Rosidi), https://www.sepenuhnya.com/2025/09/puisi-rasia-malam-karya-ajip-rosidi.html.
Surya Adhi

Seorang yang sedang mencari bekal untuk pulang.

Dukungan


Apakah Anda suka dengan karya-karya yang ada di narakata? Jika iya, Anda bisa memberi dukungan untuk narakata agar dapat tetap hidup dan update. Silakan klik tombol di bawah ini sesuai dengan nominal yang ingin Anda berikan. Sedikit atau banyaknya dukungan yang Anda berikan sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Nih buat jajan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama