Puisi Terik Karya Mochtar Lubis

genteng kering
dibakar matahari
air es
sejuk segar
di kerongkongan
aduh, nikmatnya

(Penjara Madiun, 2 Februari 1963)


Sumber: Catatan Subversif (1980).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama