Hai negeriku…
Keramahanmu membentang ke antartika
sukmamu yang selalu menerangi jiwa yang rapuh
keindahanmu tak terungkapkan dengan kata-kata
negeriku bak surga yang begitu ku agungkan
Kini apa kabar negeriku?
Negeri yang hampir sepuh kini apa kabar negeriku?
Yang berdiri di atas darah nanah dari mereka yang durhaka
kini apa kabar negeriku?
Negeri yang menyimpan sebongkah cerita pilu
Negeriku tak lagi mempesona
Negeriku tak lagi mengobati kedahagaan
Negeriku terlena pada orang-orang berdasi tinggal dalam istana megah,
duduk manis dikursi penderitaan.
Jeritan pilu tak lagi dihiraukan
suara-suara keadilan dibungkam menundukkan tatapan-tatapan perlawanan burung garuda pun tak lagi membentangkan sayap indahnya dari sabang sampai marauke
kini apa kabar negeriku?
Keramahanmu membentang ke antartika
sukmamu yang selalu menerangi jiwa yang rapuh
keindahanmu tak terungkapkan dengan kata-kata
negeriku bak surga yang begitu ku agungkan
Kini apa kabar negeriku?
Negeri yang hampir sepuh kini apa kabar negeriku?
Yang berdiri di atas darah nanah dari mereka yang durhaka
kini apa kabar negeriku?
Negeri yang menyimpan sebongkah cerita pilu
Negeriku tak lagi mempesona
Negeriku tak lagi mengobati kedahagaan
Negeriku terlena pada orang-orang berdasi tinggal dalam istana megah,
duduk manis dikursi penderitaan.
Jeritan pilu tak lagi dihiraukan
suara-suara keadilan dibungkam menundukkan tatapan-tatapan perlawanan burung garuda pun tak lagi membentangkan sayap indahnya dari sabang sampai marauke
kini apa kabar negeriku?
Sumber: Edunews, "Puisi-puisi Dewi Lestari", edunews.id/puisi/puisi-puisi-dewi-lestari.