Puisi Sebuah Tiket Tanpa Tujuan Karya Ardea Sasvica

i
di dalam gerbong kita masih berhadapan
kau memintaku sekali lagi melewati ini
belum jauh rel membelah kota dan suara
derit lokomotif terdengar mengerikan.

jalan ini masih sama, walau tidak satu pun kenangan
menamai sesuatu atau mengetuk ingatanku
tempatku masih sama; mematung di matamu
meski kau telah hilang di antara debar dada.

ii
kau pernah menembakkan sebuah kata
tepat di jantungku empat tahun yang lalu
tetapi kau lupa menghapus waktu dan luka
yang tertera di pelurumu kala itu.
mungkin setiap kali kau melumat bibirku
kata-kata menjadi ludah dan terbuang
sia-sia; tersebab kini tidak lagi ada
apa pun yang bisa kita bicarakan.

iii
perjalanan sudah sangat jauh
tidak ada pemberhentian di stasiun
atau selama ini kita telah lupa
meletakkan tujuan di dalam tiket itu?
(DPS, 31/3/19)

Surya Adhi

Seorang yang sedang mencari bekal untuk pulang.

Traktir


Anda suka dengan karya-karya di web Narakata? Jika iya, maka Anda bisa ikut berdonasi untuk membantu pengembangan web Narakata ini agar tetap hidup dan update. Silakan klik tombol traktir di bawah ini sesuai nilai donasi Anda. Terima kasih.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama