di bawah rintik salju
stalin berdiri
depannya tangkap-menangkap
kemerjap berjuta lampu
stalin-allee
berlin
bangkit
dari sakit
tegak
dari kianat
inilah kisah durhaka ketika perang usai
bomber amerika lapar pangkalan di jaman damai
dan bomber itu merayap tanpa pangkalan
membakar hidup-hidup tawanan di "alt moabit"
mendinamit 35000 orang yang melindungi hidupnya
untuk satu detik saja
dan tenggelam bersama jembatan jannowitz
bom
meledak
anak-anak
tergetak
luka
lapar
dingin
merangkak
dari puing
kepuing
ya, inilah kisah durhaka ketika perang usai
bomber amerika lapar sasaran di jaman damai
tapi inilah kisah perwira
dari halaman sejarah
tentara merah
memancangkan bendera merah
di puncak reichstag
dan bomber itu kelaparan
mati kelaparan
jika kau sudah besar, yutta
takkan kau lupa
boneka kesayangan hilang
oleh perang
dan bagimu partisan berlawanan
sampai saat pengabisan
di bawah rintik salju
stalin berdiri
di jendela stalin-allee orang bernyanyi
seloki beradu di tahun baru
jika kau sudah besar, yutta
akan kau tahu
tahun lama berlalu
tapi di tanah air sosialis
hari selalu manis
hari selalu baru
(Stalin Allee, 13 Desember 1958)
Sumber: Sahabat (1959).
stalin berdiri
depannya tangkap-menangkap
kemerjap berjuta lampu
stalin-allee
berlin
bangkit
dari sakit
tegak
dari kianat
inilah kisah durhaka ketika perang usai
bomber amerika lapar pangkalan di jaman damai
dan bomber itu merayap tanpa pangkalan
membakar hidup-hidup tawanan di "alt moabit"
mendinamit 35000 orang yang melindungi hidupnya
untuk satu detik saja
dan tenggelam bersama jembatan jannowitz
bom
meledak
anak-anak
tergetak
luka
lapar
dingin
merangkak
dari puing
kepuing
ya, inilah kisah durhaka ketika perang usai
bomber amerika lapar sasaran di jaman damai
tapi inilah kisah perwira
dari halaman sejarah
tentara merah
memancangkan bendera merah
di puncak reichstag
dan bomber itu kelaparan
mati kelaparan
jika kau sudah besar, yutta
takkan kau lupa
boneka kesayangan hilang
oleh perang
dan bagimu partisan berlawanan
sampai saat pengabisan
di bawah rintik salju
stalin berdiri
di jendela stalin-allee orang bernyanyi
seloki beradu di tahun baru
jika kau sudah besar, yutta
akan kau tahu
tahun lama berlalu
tapi di tanah air sosialis
hari selalu manis
hari selalu baru
(Stalin Allee, 13 Desember 1958)
Sumber: Sahabat (1959).
