Puisi Mawar Biru di Bawah Hujan Karya Birgitta Jennifer Widjaja

Taman bunga tak berseri,
Awan kelabu bersinar di langit,
Tetes air jatuh dari bunga layu,
Membasuh tanah dan bebatuan.

Setangkai mawar berwarna biru,
Bertumbuh jauh dari mawar merah,
Kegelapan yang mengintai kecerahan,
Dari jarak yang tak bernama,
Ia bertanya,
“Langit di sana sudah berbeda, bukan?”

Fajar di sana lebih cepat menyapa,
Bintang di sini masih menjaga.
Cahaya matahari di sana cerah,
Air rintik hujan di sini masih deras.
Ia tergugu dalam senyap,
Menanti hembusan angin sepoi-sepoi.

Ia teringat,
“Padahal, aku tak perlu menunggu seperti ini beberapa kemarau lalu.”
Tangkaiku yang menopang helaianmu,
Saat mahkota bungamu hendak gugur.
Saat kelopakmu hendak mengerut.

Kini, mawar merah bermekaran,
Tak lagi terpampang di taman ini.
Apakah mawar jingga dapat menancap di tanah sebelahmu?
Apakah daunnya dapat membungkus tangkaimu tanpa celah?


Sumber: Puisi kiriman Birgitta Jennifer Widjaja melalui email 6 Desember 2025.
Surya Adhi

Seorang yang sedang mencari bekal untuk pulang.

Dukungan


Apakah Anda suka dengan karya-karya yang ada di narakata? Jika iya, Anda bisa memberi dukungan untuk narakata agar dapat tetap hidup dan update. Silakan klik tombol di bawah ini sesuai dengan nominal yang ingin Anda berikan. Sedikit atau banyaknya dukungan yang Anda berikan sangat berarti bagi kami. Terima kasih.

Nih buat jajan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama