Dongeng Sigarlaki dan Limbat

Pada suatu desa di Tondano, hiduplah seorang pemburu bernama Sigarlaki. Ia mempunyai seorang pelayan yang setia, yaitu Limbat. Sigarlaki terkenal dengan keahliannya sebagai pemburu yang menggunakan tombak. Ia tidak pernah meleset dalam melempar tombak kepada sasarannya. Ia selalu mendapatkan buruannya dan menyimpan daging buruannya di gudang makanan sebagai persediaan makanan bagi dirinya dan Limbat. Limbat bertugas untuk mengolah daging-daging hasil buruan tersebut menjadi masakan bagi Sigarlaki.

Suatu hari, Sigarlaki memutuskan untuk pergi berburu sendiri tanpa ditemani oleh Limbat. Naas bagi Sigarlaki karena hari itu ia tidak menemukan satu buruan pun untuk ditangkap. Seharian ia bertahan di hutan sambil berharap ada hewan yang muncul namun tak satu jua hewan yang terlihat. Ia pun akhirnya pulang dengan tangan hampa.

Sesampainya di rumah ia meminta Limbat untuk memasak daging karena ia lapar setelah seharian menunggu di hutan. Limbat pun pergi ke gudang untuk mengambil sebagian dari persediaan daging untuk dimasak. Namun, Limbat terkejut ketika melihat bahwa daging sudah tidak ada di gudang. Rupanya sewaktu Sigarlaki pergi berburu, Limbat pun pergi berburu di tempat yang terpisah sehingga tidak ada yang menjaga rumah.

Limbat pun melaporkan kepada Sigarlaki bahwa daging hilang. Limbat terkejut ketika mengetahui bahwa Sigarlaki justru menuduh dirinya yang mencuri daging persediaan. Limbat berusaha meyakinkan bahwa ia bukanlah pencuri daging namun Sigarlaki tetap tidak percaya.
Akhirnya, Sigarlaki meminta Limbat untuk melakukan sesuatu sesuai perintahnya agar membuktikan bahwa ia bukan pencuri daging tersebut. Sigarlaki mengatakan pada Limbat bahwa ia akan menancapkan tombak ke kolam. Jika tombak itu muncul lebih dulu, maka Limbat bukanlah pencuri daging tetapi jika Limbat yang muncul lebih dulu maka ia adalah pencuri daging itu. Limbat pun menyetujui hal itu.

Sigarlaki melemparkan tombaknya ke kolam dan Limbat pun mulai menyelam ke kolam untuk mengambilnya. Ketika Sigarlaki menunggu Limbat menyelam, ia melihat babi hutan dan kemudian mengambil tombaknya lalu menancapkannya ke badan babi hutan itu. Limbat terbukti tidak bersalah karena tombak itu keluar lebih dahulu, tetapi Sigarlaki tidak sepakat karena ia sedang melihat ke arah babi hutan. Akhirnya tes itu diulang kembali.

Sigarlaki menancapkan tombaknya ke kolam dan Limbat mulai menyelam. Sembari menunggu tombak muncul, seekor kepiting raksasa berjalan ke arah Sigarlaki dan mencapit jari kakinya. Sigarlaki pun kesakitan lalu menjerit. Ia tidak melihat bahwa tombaknya telah muncul di permukaan kolam. Ini membuktikan bahwa Limbat tidak bersalah.
_____

Pesan: Cerita tentang persahabatan Sigarlaki dan Limbat memiliki sebuah pesan bagi kehidupan manusia. Pertama, manusia tidak boleh menuduh sesamanya tanpa bukti yang jelas. Kedua, bukti haruslah sesuatu yang akurat dan jelas. Ketiga, rasa percaya adalah hal yang penting dalam hubungan persahabatan. Keempat, menuduh seseorang tanpa bukti yang jelas dan akurat adalah tindakan yang tidak benar dan akan mendapat ganjaran seperti yang dialami Sigarlaki.
_____

Sumber: "Sigarlaki dan Limbat", https://dongeng-android.blogspot.com/2014/12/sigarlaki-dan-limbat.html.
Surya Adhi

Seorang yang sedang mencari bekal untuk pulang.

Traktir


Anda suka dengan karya-karya di web Narakata? Jika iya, maka Anda bisa ikut berdonasi untuk membantu pengembangan web Narakata ini agar tetap hidup dan update. Silakan klik tombol traktir di bawah ini sesuai nilai donasi Anda. Terima kasih.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama