Dongeng Lau Kawar

Dahulu kala, ada sebuah desa di tanah Karo yang bernama desa Lau Kawar. Desa ini sangat subur dan dikelilingi oleh pemandangan alam yang indah. Suatu hari, penduduk desa itu mengadakan suatu acara adat sebagai bentuk rasa syukur karena hasil panen yang melimpah ruah.

Semua penduduk desa menghadiri acara itu, tetapi hanya ada seorang nenek yang tidak ikut datang ke acara tersebut. Nenek ini tidak sanggup untuk keluar menghadiri acara itu karena kondisi tubuhnya yang melemah. Si nenek rupanya belum makan seharian sehingga ia tidak memiliki tenaga bahkan untuk berjalan pun tidak bisa. Nenek melihat ke arah jendelanya dan ia terkejut ketika melihat anak lelakinya beserta keluarganya berjalan ke acara adat itu. Si nenek berharap bahwa anaknya akan mampir ke rumahnya dan mengajaknya ke acara itu. Namun, anak nenek beserta keluarganya tidak mampir dan mereka terus berjalan menuju ke acara adat itu. Nenek itu merasa sedih dan ia pun berbaring sambil menangis karena tidak ada yang memperhatikan dirinya.

Ketika acara adat itu selesai, si anak baru ingat kepada ibunya (si nenek). Ia pun meminta cucu nenek itu untuk membungkus makanan agar diberikan kepada nenek. Sang nenek pun terkejut sekaligus senang ketika cucunya datang membawakan makanan. Tetapi rasa senang itu tidak bertahan lama ketika sang nenek mengetahui bahwa isi bungkusan itu adalah sisa-sisa makanan dari acara adat. Nenek itu pun memanjatkan do'a kepada Tuhan. Ia berharap bahwa Tuhan membalas kedurhakaaan anaknya agar anaknya mendapat pelajaran.
Beberapa hari kemudian terjadilah gempa bumi, petir menyambar ke tanah, dan hujan turun tak henti-henti. Hujan turun begitu deras sehingga dalam waktu sekejap desa Lau Kawar sudah terendam dan menjadi sebuah kawah. Kawah itu yang kemudian dinamakan sebagai Danau Lau Kawar.
_____

Pesan moral: Legenda Lau Kawar memberikan pesan penting bagi kehidupan manusia terutama bagi seorang anak. Seorang anak harus berbakti kepada orangtua karena orangtualah yang mendidik dan membesarkan anak tersebut. Seorang anak tidak boleh mengabaikan orangtuanya agar ia tidak berakhir seperti anak si nenek dalam legenda Lau Kawar.
_____

Sumber: "Lau Kawar", https://dongeng-android.blogspot.com/2014/12/lau-kawar.html.
Surya Adhi

Seorang yang sedang mencari bekal untuk pulang.

Traktir


Anda suka dengan karya-karya di web Narakata? Jika iya, maka Anda bisa ikut berdonasi untuk membantu pengembangan web Narakata ini agar tetap hidup dan update. Silakan klik tombol traktir di bawah ini sesuai nilai donasi Anda. Terima kasih.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama