Puisi Puing-Puing Mimpi Karya Rizky Adriansyah

Telak tersadar aku bernafas di ujung waktu
jalan-jalan panjang berliku ini
membuatku malu
Gaza di ambang peluru dan nyala ledakan di tiap tempat

Sedang aku digelapkan cinta
dan bermimpi seenaknya
sementara anak-anak dibantai
nyawa-nyawa seperti mainan

Pantaskah, aku menangisi diriku
yang hanya kekurangan harta dan tak mampu bermimpi, atau takut memulai hari esok?

Sedang Gaza, hanya menunggu
akankah hari ini berhenti atau kembali berlanjut

Seperti keping-keping yang pecah
raut wajah biru dan mulut yang diam
semua bercak bangunan bercerita
apakah mereka boleh bermimpi dan hidup sepantasnya?

(Jakarta Di Ujung Pena)


Sumber: penakota.id.

Surya Adhi

Seorang yang sedang mencari bekal untuk pulang.

Traktir


Anda suka dengan karya-karya di web Narakata? Jika iya, maka Anda bisa ikut berdonasi untuk membantu pengembangan web Narakata ini agar tetap hidup dan update. Silakan klik tombol traktir di bawah ini sesuai nilai donasi Anda. Terima kasih.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama