Puisi Di Bawah Teduh Payung Hitam Karya Wawan Kurniawan

langit lebih hitam dari jas resmi bapak presiden
di luar pagar istana kami berdiri menopang
perjalanan hilang dan setumpuk nama

angin tak tentu
mengajari kami menggenggam
lebih erat lagi

kau memberi cara terbaik lupa
namun ingatan kami bermukim
di bawah teduh payung hitam.


Sumber: Instagram @puisiaran.
Surya Adhi

Seorang yang sedang mencari bekal untuk pulang.

Traktir


Anda suka dengan karya-karya di web Narakata? Jika iya, maka Anda bisa ikut berdonasi untuk membantu pengembangan web Narakata ini agar tetap hidup dan update. Silakan klik tombol traktir di bawah ini sesuai nilai donasi Anda. Terima kasih.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama