Puisi Sehingga Kabut Karya Ags. Arya Dipayana

Aku ingin sekali berkata-kata dengan suatu
bahasa yang kau mengerti benar baik bunyi
maupun maknanya. Sehingga dapat kau pahami
sesuatu yang bergerak di seberang kabut, sehingga
dapat kau dengar suara langkah yang terhenti
tiba-tiba, helaan napas yang tertahan, tersembunyi
dalam kabut. Sehingga kau pun mengenali — dan
mengerti — jalan yang menurun atau mendaki, batu-batuan
dan akar pepohonan yang terkurung kabut.
Sehingga kabut, kau tak pernah akan bimbang
olehnya.
Aku ingin sekali mengisyaratkan semacam kata
yang kau tak sangsi akan maksudnya — yang kau
mengerti sepenuhnya.
Sehingga kabut akan secepatnya…



Sumber: "Kumpulan Sajak", Hutan Karet, Depok, 1990.
Surya Adhi

Seorang yang sedang mencari bekal untuk pulang.

Traktir


Anda suka dengan karya-karya di web Narakata? Jika iya, maka Anda bisa ikut berdonasi untuk membantu pengembangan web Narakata ini agar tetap hidup dan update. Silakan klik tombol traktir di bawah ini sesuai nilai donasi Anda. Terima kasih.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama