Puisi Corona Karya Katedrarajawen

Corona, nama indah yang bikin ngeri. Dari Wuhan mulai. Kini menjelajah berbagai bagian bumi. Telah menjadi biang ketakutan yang mencekam kini.

Jauh sebelum hari ini. Terjadi jauh di seberang negeri. Ketakutan dan kepanikan telah merasuki. Bahkan membuat kehilangan jati diri. Kesimpulannya adalah takut mati.

Sungguh berlebihan sekali. Tak ingat lagi. Hari-haridi depan mata sendiri. Begitu banyak terjadi. Bahkan lebih ngeri.

Demam berdarah, narkoba, kecelakaan lalu lintas, rokok lebih banyak membuat mati. Tak panik dan takut seperti saat ini. Semua berjalan alami.

Panik dan takut akal sehat tak ingat lagi. Pendidikan tinggi tak berarti. Borong makanan, minuman, masker, kehilangan peduli. Hanya ingat diri sendiri.

Lupa, pikiran jernih tak berfungsi. Kebenarannya ketakutan dan kepanikan lebih meracuni. Membuat lebih cepat mati.

Sebab ketakutan dan kepanikan bukan penyelamat sejati. Ketenangan, akal sehat dan keimanan yang pasti. Penyelamat yang hakiki.



Sumber: Kompasiana 2020.
Surya Adhi

Seorang yang sedang mencari bekal untuk pulang.

Traktir


Anda suka dengan karya-karya di web Narakata? Jika iya, maka Anda bisa ikut berdonasi untuk membantu pengembangan web Narakata ini agar tetap hidup dan update. Silakan klik tombol traktir di bawah ini sesuai nilai donasi Anda. Terima kasih.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama