Afrizal Malna

Karya Afrizal Malna Mereka pernah berjalan dalam taman itu, membuat wortel, semangka, juga pepaya.
Karya Afrizal Malna Kita lihat Sartre malam itu, lewat Pintu Tertutup: menawarkan manusia mati dalam sejarah orang lain.
Karya Afrizal Malna Kota kami dijaga mitos-mitos kecemasan.
Karya Afrizal Malna Bau kopi keluar dari napasnya, seperti jalan lurus yang bagian belakangnya menghilang.
Karya Afrizal Malna Sayang sekali puisi ini telah dihapus ketika aku akan