Puisi Sulung Karya Khoirul Triann


sejak hari di mana aku mendengar tangisan seseorang dari ibuku,
sejak saat itu namaku sebagai sulung terbentuk

aku masih sangat kecil untuk menjadi contoh,
tapi sebisa mungkin aku mencoba untuk menjadi tegar

kalian tahu, aku pernah menangis di balik pintu,
agar tidak ada yang tahu titik lemahnya diriku
aku malu kalau harus menangis di depan kalian
pundakku harus kuat
banyak bahagia yang bergantung di sana

sebagai sulung, aku kehilangan banyak waktu
karena semuanya habis untuk menjaga kalian
sementara diriku sendiri sedang sangat butuh perlindungan

aku adalah tameng untuk adik-adikku
aku adalah mercusuar untuk orang tuaku

setiap langkah yang aku pilih,
akan selalu ada langkah kecil di belakang yang mengikutiku secara perlahan
maaf, kadang saya salah langkah
maaf ya
sulung juga berhak salah kan
capek selalu dituntut sempurna
capek selalu dijadikan pusat titik sempurnanya kehidupan adik-adik saya
sulung juga manusia
berhak patah, berhak terluka

sesekali aku adalah air mata yang membeku
di atas kebahagiaan keluarga ini
aku dipaksa sembuh
padahal lukaku masih benar-benar merah dan berdarah
aku kehilangan makna kecil yang sebenarnya
karena sejak kecil, namaku adalah dewasa
rajin mengalah dan membawa diriku
menjadi sosok orang tua yang kedua

aku memang perusak atas pilihan kalian
tapi sebenarnya aku hanya ingin yang terbaik untuk kehidupan kalian
aku pernah jatuh duluan
jadi sebelum kalian tahu rasanya luka
aku akan selalu bilang jangan lebih awal

sulung, lukamu masih hangat
yang kuat ya

manusia-manusia yang dewasa terlalu dini
menjadi tanggung jawab atas kebahagiaan orang lain
ingat ya
sulung juga berhak menangis
sulung berhak terluka
sulung berhak berkata
"aku sebenarnya tidak baik-baik saja"

sesekali boleh menyerah
sesekali boleh payah
tapi tidak untuk selamanya
seperti tulang, sulung berhak patah

salam, sulung.
_____

Sumber: Youtube
Bagikan: