Puisi Sore Yang Setia Karya Rahmat Jabaril


Sore yang setia
menemani anak-anak kampung
bertebaran
mengepit kaleng-kaleng bekas
menerbangkan imajinasi
dengan layangan menembus awan

Sore yang setia
tanah bau dan berdebu
menghiasi gubuk-gubuk kami
menggugah sesak nafas
yang panjang
dari kehidupan industri
merajai segala kehidupan kami

Sore itu juga masih setia
menemani barisan rel kereta
memanjang jauh
mengejar bulatan matahari
memerah
mengangkangi
kehidupan kami yang diburu

- Maret 1986 -

_____

Sumber: Rahmat Jabaril, "Patah, Kumpulan Puisi", (Ultimus, Bandung, 2008).
Bagikan: