Puisi Pak Anakmu Berhasil Karya Fiersa Besari


Pak...
aku teringat waktu kecil dulu kau pernah mengajakku pergi memancing.
katamu, hidup ini seperti memancing ikan.
Kita harus tahu kapan menunggu, kapan menarik, dan kapan mengulur.
katamu, kita mesti bersabar sebelum mengambil tindakan.
Kesabaran?
Sesuatu yang kukira tidak kau miliki.
Kau selalu tampil menakutkan dengan keras sikapmu.
Hingga yang tersisa hanya diam.
Hening.
Kemudian, aku tumbuh dewasa dengan perasaan ingin membuktikan bahwa aku bisa menjadi seseorang yang lebih baik darimu.
Bahwa semua prasangkamu tentang aku yang selalu kau anggap remeh ini salah.
Menjadi keras, aku belajar darimu.
Tahun berlalu dengan kita yang terlalu canggung untuk berpelukan;
terlalu segan untuk mengucap sayang.
Ibu pun pandai merahasiakan tentangmu yang rajin bertanya kabarku.
Sudah makan atau belum?
Uang jajan kurang atau tidak?
Ibu seolah-olah menjadi perantara kita.
Kau ternyata khawatir.
Dan aku ternyata bodoh.
Hingga hari itu tiba.
Mobil jenazah membawamu pergi,
ke tempat di mana kita tidak bisa bertemu lagi.
Kau tidak tahu betapa aku menyalahkan diri sendiri,
hari demi hari, malam demi malam.
Keluarga ini tanpamu bagaikan tubuh kehilangan kepalanya.
Sejak itu, aku menggantikanmu.
Berusaha lebih keras, bekerja lebih giat.

Pak...
akhirnya aku jadi seseorang yang bisa kau banggakan.
Membuat istrimu bahagia setiap harinya.
Di saat yang sama, membangun keluarga kecilku.
Tenyata, selama ini aku keliru.
Kau seorang penyabar.
Kau membiarkanku jatuh dan bangun dengan caraku sendiri.
Kau mendukungku dengan caramu sendiri.
Aku hanya berharap, kita punya lebih banyak waktu,
agar kau tahu bahwa kesabaranmu berbuah manis.

Pak...
anakmu berhasil.
Bagikan: