Puisi Lupa Karya Iman Budhi Santoso


Ayah, kita senantiasa mencatat kelam
Pada hujan di sore kelabu
Yang meneteskan sendu
Adzan magrib pun berkumandang
Membawakan pesan
Tentang kemarau yang indah:
Kering air mata lirih kita

Perlukah merasa tersakiti bila sudah terobati?

Ayah, kini aku lupa pergantian musim
(Kenanganmu tak lagi bermukim)
Bagikan: