Puisi Bungsu Karya Khoirul Triann


Pelan-pelan waktu berlalu
dan perlahan si bungsu mulai menua
terlahir dengan penuh rasa sayang dari segala arah
ayah, ibu, dan kakak

Dalam tulisan ini,
saya sebagai anak bungsu hanya ingin menekankan
bahwa saya sudah dewasa
tolong diberi ruang
tolong diberi percaya

Saya sudah belajar banyak dari kesalahan kakak
dan dari situ saya tahu,
mana yang salah dan mana yang benar

Jangan takut, kaki saya sebenarnya sudah kokoh
hanya saja kalian terlalu khawatir
coba tolong biarkan kami
menjadi manusia seperti orang-orang di luar sana

Saya ingin tahu gimana rasanya berlari sendiri
karena selama ini saya selalu hidup
di bawah bayang-bayang orang tua
selalu dianggap remeh, kecil, dan tidak tahu apa-apa
padahal sejauh ini waktu sudah mengajarkan tentang banyak hal

Tentang tumbuh dan berkelana
jangan takut, biarkan saya pergi jauh ya
karena saya akan tetap ingat jalan pulang

Mempercayai kami untuk memegang kendali atas diri kami sendiri
itu adalah rasa sayang yang sangat dalam kepada bungsu
kita pengen loh argumen kita didengar
kita pengen, bertanggung jawab atas pilihan kita sendiri
tolong berhenti banding-bandingkan kami ya
kami memang terlihat lemah, manja, bahkan menyebalkan
kenapa?
karena kalian pernah melihat saya kecil
dan saya tidak pernah melihat kakak waktu masih kecil

Tolong biarkan kami pulang sedikit larut malam
kita sudah tahu batas wajar
kita juga sudah tahu mana yang harus dikejar
dan mana yang harus dihindarkan

Menjadi bungsu tidak selamanya menyenangkan
saya contohnya,
bertahun tahun hidup di bawah garis aturan
yang berdasarkan kekhawatiran kalian

Jangan takut saya bisa bawa diri sendiri kok
hanya tolong diberi rasa percaya ya

Menjadi bungsu, hidup diujung usia orang tua
kita tidak pernah tahu kapan kita kehilangan masa jaya mereka
kita dewasa secara terpaksa
kita dewasa karena waktu yang mengizinkan untuk berpisah

Orang tua dan bungsu tidak punya banyak waktu
itulah beban terbesar kami
di mana orang tua semakin menua
dan bungsu semakin dituntut untuk semakin dewasa
percayalah, kita ini takut kehilangan sebelum kebahagiaan
kita takut kehilangan orang sebelum mampu membuatnya bahagia
karena waktu kita sedikit
dan tanggung jawab kita besar di mata semua
tapi rendah di mata mereka

Kak, saya sudah dewasa
biarkan saya terbang ya, sekali aja
kalau misalnya nanti saya jatuh, tolong jangan dibantu
biarkan saya usaha dulu
kita hanya butuh percaya
meskipun saya yang paling lemah di mata keluarga
meskipun saya yang paling manja dari semuanya
tapi jujur, sayalah yang paling mengerti keadaan
dan jujur, sayalah yang paling tahu jalan keluar
hanya saja saya tidak pernah didengar,
karena saya selalu kecil
dan akan menjadi yang paling kecil

Terakhir sebelum tulisan ini saya akhiri
saya ingin berpesan kepada kalian
sulung dan tengah
terima kasih ya kak,
karena hadirnya kalian
cukup buat batu lompatan saya untuk terbang lebih tinggi lagi
terima kasih ya

Tenang
luka keluarga ini perlahan akan hilang
panjang umur untuk keduanya
doakan saja bungsu ini akan menang
suatu hari nanti

_____

Sumber: Youtube
Bagikan: